Pentingnya Melestarikan Hijau di Era Modern


Pentingnya Melestarikan Hijau di Era Modern

Hijau merupakan salah satu aset alam yang harus kita jaga dengan baik di era modern ini. Kehadirannya sangat penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlangsungan kehidupan manusia. Sayangnya, seringkali kita lupa akan pentingnya melestarikan hijau di tengah maraknya pembangunan dan urbanisasi.

Menurut Dr. Ir. Hasanuddin Abidin, seorang ahli lingkungan, “Hijau bukan hanya sekadar pemanis pemandangan, tapi juga memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga kualitas udara dan air, serta mengurangi dampak perubahan iklim.” Oleh karena itu, melestarikan hijau bukanlah pilihan, melainkan keharusan.

Tidak hanya itu, hijau juga memiliki manfaat bagi kesehatan manusia. Menurut Prof. Dr. Soemarno, seorang pakar kesehatan lingkungan, “Hijau dapat memberikan efek positif bagi kesehatan fisik dan mental manusia. Ruang hijau yang cukup dapat mengurangi stres, meningkatkan produktivitas, dan menyehatkan tubuh.”

Namun, di era modern ini, lahan hijau semakin terancam oleh pembangunan yang tidak terkendali. Banyak taman dan hutan yang digusur demi proyek-proyek infrastruktur dan perumahan. Hal ini tentu akan berdampak buruk bagi keberlangsungan lingkungan dan kesehatan manusia di masa depan.

Untuk itu, penting bagi kita semua untuk bersama-sama melestarikan hijau di era modern ini. Kita bisa mulai dengan hal-hal sederhana seperti menanam pohon di sekitar rumah, mendukung program penghijauan pemerintah, atau bahkan hanya dengan tidak membuang sampah sembarangan di tempat-tempat yang berpotensi menjadi ruang hijau.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Mahatma Gandhi, “Bumi memberikan cukup untuk memenuhi kebutuhan setiap orang, namun tidak untuk memenuhi keserakahan setiap orang.” Pentingnya melestarikan hijau di era modern bukanlah sekadar slogan, melainkan sebuah komitmen untuk menjaga keberlangsungan kehidupan di planet ini. Semoga kita semua dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih baik untuk lingkungan dan kesehatan kita.